SERAMBI LAMPUNG – Wakil Gubernur Lampung Jihan Nurlela mengapresiasi Kabupaten Lampung Selatan. Pasalnya, kabupaen ini sudah sangat mandiri jika di ibaratkan anak. Dimana, banyak program – program nasional bisa selesai hanya dimeja makan.
“Ini luar biasa. Itu artinya, Kabupaten Lampung Selatan memiliki pemimpin yang dekat dengan pemerintah pusat,”ujarnya, dalam kegiatan Musyawarah Rencana Pembangunan Rencana Kerja Perangkat Daerah (Musrenbang – RKPD) tahun 2026, di Aula Rimau Bappeda Lamsel.
Dia pun menyatakan pertumbuhan ekonomi di Provinsi Lampung sejak tahun 2025 pencapaianya sudah cukup tinggi. Dimana, Kabupaten Lampung Selatan salah satu kabupaten yang pertumbuhan ekonominya sudah cukup baik.
“Saya yakni dan percaya dibawah pimpinan Bupati Lampung Selatan Radityo Egi Pratama, pertumbuhan ekonomi kabupaten Lamsel bisa semakin lebib baik lagi,”katanya.
Sementara itu, Bupati Lampung Selatan Radityo Egi Pratama, menyatakan Forum Musrenbang hari ini merupakan ruang strategis bagi kita semua untuk merumuskan arah masa depan Lamsel secara bersama-sama.
Musrenbang RKPD merupakan forum demokrasi pembangunan. Di sinilah aspirasi masyarakat dipertemukan dengan perencanaan teknokratis pemerintah. Sehingga lahir kebijakan pembangunan yang lebih tepat sasaran, lebih efektif, dan benar-benar menjawab kebutuhan masyarakat.
Dia menjelaskan, Sebagaimana laporan Kepala Bappeda Lampung Selatan Aryan Sahurian, bahwa sebanyak 1.169 usulan pembangunan hasil Musrenbang Kecamatan telah terverifikasi, ditambah 412 usulan Pokok Pikiran DPRD.
Seluruh usulan tersebut akan kita kaji secara komprehensif dengan mempertimbangkan prioritas pembangunan daerah, kapasitas fiskal daerah serta sinkronisasi dengan kebijakan pembangunan provinsi dan nasional.
“Pembangunan Lampung Selatan hari ini menunjukkan arah yang semakin progresif, terukur dan berdampak nyata bagi masyarakat.
Beberapa indikator makro daerah menunjukkan perkembangan yang menggembirakan,”jelasnya.
Dia menambahkan, oertumbuhan ekonomi Lampung Selatan tahun 2025 mencapai 5,71 persen.
Angka ini lebih tinggi dari pertumbuhan ekonomi Provinsi Lampung sebesar 5,28 persen. Bahkan, melampaui rata-rata nasional sebesar 5,11 persen.
Produk Domestik Regional Bruto (PDRB) meningkat dari Rp60,32 triliun pada tahun 2024 menjadi Rp65,66 triliun pada tahun 2025, atau tumbuh sekitar 8,85 persen.
“Angka kemiskinan berhasil ditekan dari 12,57 persen pada tahun 2024 menjadi 12,05 persen pada Tahun 2025.
Dalam bidang kesehatan, angka stunting Kabupaten Lampung Selatan pada tahun 2024 tercatat sebesar 10,4 persen, jauh di bawah rata-rata Provinsi Lampung yang sebesar 15,9 persen,”katanya.
Sementara itu, kata dia, untuk Indeks Pembangunan Manusia meningkat dari 72,15 menjadi 73,10, atau naik 0,95 poin, yang merupakan peningkatan tertinggi dalam empat tahun terakhir.
Di sektor investasi, realisasi investasi mencapai Rp. 3,04 Triliun pada Tahun 2025, meningkat 12,95 persen dibandingkan tahun sebelumnya.
Kemajuan ini kita perkuat melalui pembangunan infrastruktur daerah, diantaranya pembangunan dan perbaikan jalan sepanjang 270,9 Kilometer, yang terdiri dari 109,25 Km jalan kabupaten, 24,96 Km jalan desa, dan 137,29 Km pemeliharaan jalan. Capaian ini menjadi fondasi penting bagi percepatan pembangunan Lampung Selatan ke depan.
Lalu, tegas dia, Penguatan ekonomi desa juga terus kita dorong melalui pembentukan Koperasi Desa Merah Putih. Hingga Tahun 2025, sekitar 260 koperasi desa/kelurahan Merah Putih telah berbadan hukum.
Dengan rincian 12 koperasi telah terbangun, 104 koperasi dalam proses pembangunan, dan 31 koperasi telah aktif menjalankan usaha. Program ini menjadi instrumen penting dalam membangun kemandirian ekonomi masyarakat desa dan pesisir.
“Sejalan dengan itu, pembangunan Kampung Nelayan Merah Putih juga terus berjalan, antara lain di Desa Ketapang, Desa Bandar Agung, serta Desa Kunjir Kecamatan Rajabasa.
Program ini diharapkan mampu menciptakan pusat-pusat ekonomi baru di wilayah pesisir sekaligus meningkatkan kesejahteraan masyarakat nelayan,”tegasnya. (MAN)









