Kekayaan Intelektual, Fondasi Baru Profesionalisme Industri Olahraga

- Jurnalis

Jumat, 24 April 2026 - 13:30 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Poto: Wakil Ketua II Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) Provinsi Lampung, Riagus Ria di acara Porum diskusi bersama di Kantor Kemtrian Ham Lampung ( ist).

Poto: Wakil Ketua II Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) Provinsi Lampung, Riagus Ria di acara Porum diskusi bersama di Kantor Kemtrian Ham Lampung ( ist).

Serambi Lampung.com – Di tengah riuh sorak stadion dan gegap gempita kompetisi, ada satu aspek yang kerap luput dari perhatian: kekayaan intelektual.

Padahal, di era industri olahraga modern, nilai sebuah klub atau ajang tak lagi hanya diukur dari prestasi di lapangan, tetapi juga dari seberapa kuat mereka melindungi dan mengelola aset tak berwujudnya.

Kesadaran inilah yang masih menjadi pekerjaan rumah di Indonesia. Logo klub, nama tim, desain jersey, hingga hak siar pertandingan sejatinya adalah aset bernilai tinggi.

Namun, tanpa perlindungan hukum yang memadai, semua itu rentan dimanfaatkan pihak lain tanpa izin.

Isu tersebut mengemuka dalam forum diskusi bertajuk “Kekuatan Kekayaan Intelektual dalam Dunia Olahraga” yang digelar di Kantor Kementerian Hukum dan HAM Provinsi Lampung, Jumat (24/4/2026). Forum ini mempertemukan pelaku olahraga dan pemangku kebijakan hukum dalam satu ruang dialog yang sama mencari titik temu antara prestasi dan nilai ekonomi.

Wakil Ketua II Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) Provinsi Lampung, Riagus Ria, menegaskan bahwa wajah olahraga modern telah berubah.

Baca Juga :  Dua Atlet Tubaba Sabet Perak Atletik di O2SN Lampung 2026

Menurutnya, organisasi olahraga tidak bisa lagi bergantung pada pola pendanaan konvensional, melainkan harus mulai memaksimalkan potensi ekonomi dari kekayaan intelektual.

“Olahraga tidak hanya soal menang atau kalah. Ada nilai ekonomi besar dari aset intelektual yang harus dikelola secara profesional,” ujarnya.

Bagi Riagus, perlindungan terhadap identitas klub dan event olahraga bukan sekadar formalitas administratif.

Itu adalah pintu masuk menuju ekosistem industri yang sehatyang mampu menciptakan sumber pendapatan baru, mulai dari penjualan merchandise, kerja sama sponsor, hingga lisensi komersial.

Pandangan serupa disampaikan Kepala Bidang Pelayanan Kekayaan Intelektual Kemenkumham Provinsi Lampung, Yanvaldi Yanuar. Ia menyoroti masih banyaknya aset olahraga lokal yang beredar tanpa perlindungan hukum yang jelas.

Di lapangan, praktik penjiplakan bukan hal baru. Desain jersey yang ditiru, maskot yang disalin, hingga nama turnamen yang digunakan ulang tanpa izin menjadi potret lemahnya kesadaran akan pentingnya perlindungan hukum.

Baca Juga :  Sinergi Pemerintah dan Media, Diklat Jurnalistik Jadi Ajang Pembentukan Karakter Pers

“Kami masih menemukan banyak potensi kekayaan intelektual di sektor olahraga yang belum didaftarkan. Ini membuka celah bagi pihak lain untuk mengambil keuntungan,” kata Yanvaldi.

Ia menekankan pentingnya langkah preventif melalui pendaftaran merek, hak cipta, maupun desain industri. Menurutnya, perlindungan hukum bukan hanya soal menghindari sengketa, tetapi juga strategi untuk meningkatkan nilai ekonomi sebuah entitas olahraga.

Diskusi ini menjadi pengingat bahwa masa depan olahraga tidak hanya dibangun dari latihan keras dan strategi pertandingan, tetapi juga dari kesadaran mengelola aset intelektual secara serius.

Di tengah upaya mendorong prestasi, olahraga Indonesia kini dihadapkan pada tantangan baru: bertransformasi menjadi industri yang profesional, berdaya saing, dan bernilai ekonomi tinggi.

Dan di sanalah kekayaan intelektual memainkan peran kunci sebagai fondasi yang tak terlihat, namun menentukan arah permainan di luar lapangan.

Editor: Liem

Follow WhatsApp Channel serambilampung.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Persaingan Gelar MotoGP San Marino 2026 Makin Sengit, Jorge Martin Tetap Fokus di Tengah Tekanan
KONI Lampung Matangkan Venue Porprov X 2026, Upayakan Tanpa Sewa
Eva Diana Pimpin PBVSI Lampung, Pembinaan Atlet Jadi Prioritas
Pengurus Masjid Nurul Amal dan Warga Berikan Santunan Kepada Anak Yatim Piatu Dalam Peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW
Anggota Komisi V DPR RI, Aprozi Alam, Ingatkan Warga Terkait Aktivitas GAK
Menuju Porwanas 2027, Futsal PWI Lampung Matangkan Tim
Pendaftaran Atlet Porprov X Dibuka Online, KONI Lampung Siapkan Tim Verifikasi
Porprov Lampung 2026 Digelar November, Warga Diajak Jadi Saksi
Berita ini 18 kali dibaca

Berita Terkait

Rabu, 9 September 2026 - 13:25 WIB

Persaingan Gelar MotoGP San Marino 2026 Makin Sengit, Jorge Martin Tetap Fokus di Tengah Tekanan

Senin, 7 September 2026 - 22:47 WIB

KONI Lampung Matangkan Venue Porprov X 2026, Upayakan Tanpa Sewa

Senin, 7 September 2026 - 17:47 WIB

Eva Diana Pimpin PBVSI Lampung, Pembinaan Atlet Jadi Prioritas

Senin, 7 September 2026 - 10:09 WIB

Pengurus Masjid Nurul Amal dan Warga Berikan Santunan Kepada Anak Yatim Piatu Dalam Peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW

Minggu, 6 September 2026 - 23:19 WIB

Anggota Komisi V DPR RI, Aprozi Alam, Ingatkan Warga Terkait Aktivitas GAK

Berita Terbaru

poto: Dok SMSI Pesawaran

Daerah

Kejari Pesawaran Gandeng SMSI Kawal Anggaran Dana Desa

Rabu, 9 Sep 2026 - 13:42 WIB

Pengurus PWI Lampung Audensi dengan Bupati Lampung Barat

Lampung Barat

Parosil Siapkan Kopi Robusta Lambar ke Panggung Nasional

Rabu, 9 Sep 2026 - 11:28 WIB

Bupati Lampura Hamartoni memberikan dukungan kepada PWI Lampung pada HPN dan Porwanas 2027 mendatang

Lampung Utara

Pemkab Lampura Siap Sukseskan HPN dan Porwanas 2027

Selasa, 8 Sep 2026 - 20:21 WIB

Pendidikan

Sri Sultan Hamengkubuwono X: Indonesia Butuh Insan Pertanahan

Selasa, 8 Sep 2026 - 09:00 WIB