SERAMBI LAMPUNG – Sore itu suasana halaman Kantor Catatan Sipil lama di Kabupaten Lampung Selatan terasa berbeda. Di bawah langit senja Ramadhan, para aparatur sipil negara (ASN) Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil berkumpul dalam suasana penuh kehangatan.
Mereka menghadiri sebuah momen penting: pisah sambut Kepala Dinas dari Edi Firnandi kepada Anton Carmana, Jumat (6/3/2026).
Bukan sekadar seremonial pergantian jabatan, acara tersebut menjadi ruang penuh kenangan bagi para pegawai yang selama bertahun-tahun bekerja bersama Edi Firnandi. Tawa, cerita, hingga rasa haru bercampur dalam satu suasana yang hangat namun tetap khidmat.
Dalam sambutannya, Edi Firnandi mengenang perjalanan panjangnya selama kurang lebih 11 tahun memimpin Disdukcapil Lampung Selatan.
Ia menyebut masa kepemimpinannya dipenuhi berbagai pengalaman, mulai dari tantangan pelayanan hingga kebersamaan membangun sistem administrasi kependudukan yang lebih baik.
“Pergantian kepemimpinan dalam pemerintahan adalah hal yang biasa. Selama 11 tahun ini tentu banyak suka dan duka yang kita lalui bersama,” ujarnya.
Edi pun menyampaikan rasa terima kasih kepada seluruh pegawai yang telah bekerja sama dan mendukung berbagai program pelayanan kepada masyarakat. Baginya, keberhasilan sebuah instansi bukan hanya ditentukan oleh pimpinan, tetapi oleh kerja kolektif seluruh tim.
“Tanpa bantuan teman-teman semua, pekerjaan tidak akan maksimal. Pimpinan dan staf harus saling mendukung dan saling menghormati,” kata dia.
Ia juga berpesan agar seluruh pegawai tetap bekerja sesuai prosedur dan aturan yang berlaku. Menurutnya, pelayanan administrasi kependudukan menuntut kedisiplinan dan integritas tinggi karena berkaitan langsung dengan kebutuhan masyarakat.
Tongkat estafet kepemimpinan kini berada di tangan Anton Carmana. Dalam sambutannya, ia menyampaikan apresiasi atas dedikasi dan kerja keras Edi Firnandi yang telah membangun fondasi pelayanan Disdukcapil yang baik.
Anton menilai pelayanan administrasi kependudukan di Lampung Selatan selama ini sudah berjalan dengan baik dan mendapat kepercayaan masyarakat. Ia berharap hal tersebut dapat terus dipertahankan bahkan ditingkatkan.
“Pelayanan yang sudah baik harus terus dijaga dan kita tingkatkan bersama,” ujarnya.
Anton juga mengungkapkan bahwa dalam waktu dekat Pemerintah Kabupaten Lampung Selatan akan meluncurkan program baru dari Bupati yang diberi nama BETIK, singkatan dari Bebas Transaksi Ilegal dan Korupsi, termasuk gratifikasi dalam pelayanan publik.
Program tersebut diharapkan menjadi komitmen bersama untuk memastikan seluruh pelayanan kepada masyarakat berjalan secara transparan, bersih, dan berintegritas.
“Program ini akan segera diberlakukan. Artinya pelayanan harus semakin profesional dan bebas dari praktik yang tidak semestinya,” kata Anton.
Menjelang waktu berbuka puasa, acara pisah sambut itu ditutup dengan doa bersama. Suasana kekeluargaan semakin terasa ketika para pegawai memberikan cinderamata kepada Edi Firnandi sebagai bentuk penghormatan dan kenangan atas pengabdiannya.
Di tengah senja Ramadhan, momen tersebut menjadi simbol pergantian estafet pelayanan dari satu pemimpin kepada pemimpin berikutnya dengan harapan yang sama menghadirkan pelayanan administrasi kependudukan yang semakin baik bagi masyarakat Lampung Selatan.
Redaksi: Serambi Lampung.









