SERAMBILAMPUNG, Jakarta – Atlet Stand Up Paddle (SUP) Lampung mulai menunjukkan sinyal kebangkitan di level nasional. Meski berlatih dengan fasilitas yang terbatas, para pedayung Lampung sukses membawa pulang tiga medali dari ajang Jakarta Open yang berlangsung di Danau Cincin, kawasan Jakarta International Stadium (JIS), Sabtu (4/7/2026).
Dari lima atlet yang diturunkan Pengurus Provinsi Persatuan Olahraga Dayung Seluruh Indonesia (PODSI) Lampung, tiga di antaranya berhasil naik podium pada nomor Technical Race 1.000 meter.
Prada Mar Indra Kurniawan meraih medali perak, Serda Mar Jitu Fijaya Alam menyabet medali perunggu di sektor putra, sedangkan Ceysalia Ainaya Gasela mempersembahkan medali perunggu di sektor putri.
Pelatih Dayung Lampung, Syaiful Effendi, mengaku puas dengan capaian tersebut. Menurutnya, hasil ini menjadi bukti bahwa atlet Lampung mulai mampu bersaing dengan daerah-daerah kuat meski masih memiliki banyak keterbatasan.
“Dominasi memang masih dipegang DKI Jakarta, Jawa Barat, dan Jawa Timur karena mereka memiliki infrastruktur latihan dan peralatan yang lebih lengkap. Tapi kami mencoba membangun karakter atlet SUP lebih dulu agar mampu bersaing. Alhamdulillah sekarang sudah mulai mendekati zona medali di level nasional,” kata Syaiful, Minggu (5/7/2026).
Pria yang akrab disapa Ipul itu menjelaskan, pembinaan nomor SUP di Lampung masih terbilang baru. Cabang tersebut baru dipertandingkan pada PON XXI Aceh-Sumut 2024 sehingga proses pembentukan atlet masih berlangsung kurang dari satu tahun.
Dalam dua hingga tiga bulan terakhir, PODSI Lampung memusatkan latihan lima atlet di mess kawasan Sukarame sebagai persiapan menghadapi sejumlah kejuaraan nasional, termasuk Jakarta Open.
Meski demikian, latihan masih dilakukan dengan memanfaatkan Embung A ITERA yang dipinjam sebagai lokasi latihan. Intensitas latihan dijalankan tiga kali dalam sepekan.
“Saat ini kami fokus pada nomor Technical Race 1.000 meter. Untuk nomor sprint belum menjadi prioritas karena keterbatasan peralatan. Yang ada sekarang kami maksimalkan agar atlet tetap bisa berlatih dan meraih prestasi,” ujarnya.
Syaiful berharap dukungan terhadap pembinaan olahraga dayung di Lampung terus meningkat, terutama dalam penyediaan sarana dan prasarana. Menurutnya, tambahan fasilitas akan sangat membantu persiapan atlet menuju PON 2028 hingga PON 2032.
Hasil di Jakarta Open pun menjadi modal berharga bagi PODSI Lampung untuk terus meningkatkan kualitas pembinaan sekaligus membuktikan bahwa atlet dayung daerah mampu bersaing di panggung nasional meski dengan segala keterbatasan. (Rls).









