Pelabuhan Bakauheni Telah Seberangkan 898.864 Orang

- Jurnalis

Kamis, 26 Maret 2026 - 20:08 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Para pemudik menggunakan sepeda motor hendak menyerang ke Pulau Jawa. (Foto.Dok.Humas ASDP Bakauheni)

Para pemudik menggunakan sepeda motor hendak menyerang ke Pulau Jawa. (Foto.Dok.Humas ASDP Bakauheni)

SERAMBI LAMPUNG – Arus balik Lebaran dari Sumatera menuju Pulau Jawa memasuki fase krusial. Setelah sempat melandai di awal periode, pergerakan kini kembali menguat dengan potensi lonjakan signifikan dalam beberapa hari ke depan.

PT. ASDP Indonesia Ferry (Persero) mencatat, hingga kini sekitar 49 persen pemudik telah kembali ke Jawa. Ssehingga tekanan arus diprediksi akan terus meningkat, terutama pada puncak arus balik kedua pada Sabtu – Minggu, 28–29 Maret 2026.

Direktur Utama ASDP Indonesia Ferry, Heru Widodo, mengatakan kondisi ini sebagai fase konsolidasi menuju puncak arus balik. Dimana pergerakan yang sempat tersebar kini mulai terkonsentrasi kembali.

“Arus balik tidak terjadi serentak, tetapi meningkat secara bertahap. Setelah sempat landai, pergerakan kini kembali menguat dan diproyeksikan mencapai puncaknya dalam waktu dekat. Karena itu, kami memastikan seluruh kesiapan operasional berada pada level optimal, sekaligus mengimbau masyarakat untuk menghindari periode puncak yang diperkirakan pada Sabtu, Minggu, 28 -29 Maret 2026,” ujarnya, Kamis malam, 26 Maret 2026.

Penumpang pejalanan kaki hendak menuju kapal penyebrangan pelabuhan Bakauheni. (Foto.Dok.Humas ASDP Cabang Bakauheni)

Berdasarkan data operasional, total penumpang yang telah kembali ke Jawa pada periode 22 Maret hingga 26 Maret 2026 pukul 14.00 WIB (H hingga H+4) mencapai 444.223 orang atau sekitar 49 persen dari total penumpang saat arus mudik sebesar 898.864 orang. Sementara itu, total kendaraan yang telah kembali tercatat sebanyak 118.297 unit atau 49 persen dari total kendaraan saat mudik sebanyak 239.920 unit.

Baca Juga :  Merawat Warisan, Menyemai Masa Depan Budaya Lampung Selatan

Dengan masih tersisa sekitar 51 persen pengguna jasa yang belum kembali, potensi lonjakan dalam waktu berdekatan menjadi perhatian utama. Untuk mengantisipasi hal tersebut, ASDP memperkuat pola operasi yang adaptif, termasuk penerapan skema Tiba–Bongkar–Berangkat (TBB) guna mempercepat perputaran kapal saat kepadatan meningkat.

Pengendalian arus kendaraan juga diperkuat melalui sistem delaying dan pengalihan arus di sejumlah buffer zone strategis. Di Merak, pengaturan dilakukan melalui Rest Area KM 43, KM 68, serta Jalan Lingkar Selatan (JLS). Sementara di Bakauheni, titik penyangga mencakup Rest Area KM 49B, KM 20B, Terminal Gayam, dan RM Gunung Jati, untuk memastikan distribusi kendaraan tetap terkendali dan tidak menumpuk di pelabuhan.

Beli Tiket via Ferizy Lebih Awal

Corporate Secretary ASDP, Windy Andale, menyatakan stimulus tarif juga dihadirkan untuk mendorong distribusi perjalanan yang lebih merata. Diskon 100 persen tarif jasa pelabuhan—setara sekitar 21,9 persen dari total tarif penyeberangan—diberlakukan pada 7 lintasan dan 14 pelabuhan selama 12–31 Maret 2026.

Dia menambahkan, Kebijakan ini berlaku bagi pejalan kaki serta kendaraan golongan II dan IVA reguler, serta pejalan kaki dan golongan II layanan express. Selain itu, penerapan tarif tunggal di Bakauheni diberlakukan sejak 23 Maret hingga 29 Maret 2026 untuk kendaraan golongan I hingga VIA.

Baca Juga :  BPPRD Lamsel Gencar Lakukan Peningkatan Pelayanan Masyarakat

“Untuk perjalanan yang lebih lancar, masyarakat diimbau membeli tiket lebih awal melalui Ferizy yang tersedia hingga H-60, menghindari calo, serta datang sesuai jadwal keberangkatan,”ujar Windy.

Kinerja penyeberangan juga mencerminkan tekanan trafik yang terus meningkat. Berdasarkan data Posko Bakauheni hingga 26 Maret 2026 pukul 14.00 WIB, total penumpang dari Sumatera ke Jawa mencapai 878.773 orang atau naik 15,3 persen dibandingkan tahun lalu, dengan total kendaraan 208.688 unit atau meningkat 21,8 persen.

Sementara itu, dari Jawa ke Sumatera tercatat 1.121.851 penumpang atau naik 2,9 persen, dengan total kendaraan mencapai 289.623 unit atau tumbuh 6,5 persen dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya.

Dengan strategi operasional yang adaptif dan penguatan koordinasi lintas stakeholder, ASDP memastikan lonjakan arus balik dapat dikelola secara terukur. Fokus utama tetap pada menjaga kelancaran, keselamatan, dan kenyamanan perjalanan bagi seluruh pengguna jasa di tengah peningkatan trafik menuju puncak arus balik. (Rilis/MAN)

Follow WhatsApp Channel serambilampung.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Arus Balik Sumatera–Jawa Mulai Meningkat, Layanan Penyeberangan Tetap Tertib Lancar
Bupati Lamsel Radityo Egi Pratama Berikan Santunan Kepada Anak Yatim
Arus Mudik Ramai Melintasi Jalinsum
Pastikan Harga Stabil, Bupati Egi Tinjau Pasar Natar
Atlet Remaja Tenis Meja Lampung Ditarget Jadi Tulang Punggung PON 2032 Tuan Rumah”
Pengacara Sebut Dana Umrah Sudah Dikembalikan Rp34 Juta ke Pelapor
Peran BPD Sangat Penting Dalam Pengawasan Keuangan Desa
PWI Lampung Gelar Buka Puasa dan Santunan, Pemkab Lamsel Beri Apresiasi
Berita ini 4 kali dibaca

Berita Terkait

Kamis, 26 Maret 2026 - 20:08 WIB

Pelabuhan Bakauheni Telah Seberangkan 898.864 Orang

Senin, 23 Maret 2026 - 20:39 WIB

Arus Balik Sumatera–Jawa Mulai Meningkat, Layanan Penyeberangan Tetap Tertib Lancar

Selasa, 17 Maret 2026 - 20:54 WIB

Bupati Lamsel Radityo Egi Pratama Berikan Santunan Kepada Anak Yatim

Selasa, 17 Maret 2026 - 09:33 WIB

Arus Mudik Ramai Melintasi Jalinsum

Senin, 16 Maret 2026 - 16:51 WIB

Pastikan Harga Stabil, Bupati Egi Tinjau Pasar Natar

Berita Terbaru

Para pemudik menggunakan sepeda motor hendak menyerang ke Pulau Jawa. (Foto.Dok.Humas ASDP Bakauheni)

Lampung Selatan

Pelabuhan Bakauheni Telah Seberangkan 898.864 Orang

Kamis, 26 Mar 2026 - 20:08 WIB