Bandar Lampung – Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) Lampung mulai memetakan kekuatan cabang olahraga sebagai bagian dari persiapan menghadapi Pekan Olahraga Nasional (PON) mendatang.
Langkah awal dilakukan dengan memanggil pengurus cabang olahraga untuk mengevaluasi program pembinaan sekaligus mengukur kesiapan atlet.
Setelah sebelumnya menggelar evaluasi bersama Pengurus Cabang Judo, kali ini giliran Pengurus Provinsi Wushu Lampung yang diajak berdiskusi.
Pembahasan difokuskan pada progres pembinaan atlet, program latihan, hingga target prestasi yang dibidik pada PON mendatang.
Wakil Ketua II KONI Lampung, Riagus Ria, mengatakan pemetaan kekuatan setiap cabang olahraga menjadi langkah penting agar pembinaan berjalan lebih terarah dan sesuai kebutuhan masing-masing cabor.
“Kami mengajak mereka berdiskusi sekaligus mengevaluasi sejauh mana kesiapan cabang olahraga Wushu dan Judo dalam mempersiapkan atlet menghadapi PON mendatang,” kata Riagus, Selasa (8/7).
Menurut Riagus, evaluasi serupa akan dilakukan secara bertahap terhadap seluruh cabang olahraga yang berada di bawah naungan KONI Lampung. Dari pertemuan tersebut, KONI ingin mengetahui kondisi riil pembinaan atlet, kebutuhan program latihan, hingga peluang mendulang medali.
“Sejumlah cabang olahraga akan kami ajak berdiskusi. Tujuannya agar kami mengetahui sejauh mana kesiapan mereka dalam menghadapi PON mendatang,” ujarnya.
Ia menegaskan persiapan menuju pesta olahraga nasional tidak bisa dilakukan secara mendadak. Pembinaan atlet harus dirancang sejak dini agar target prestasi yang telah ditetapkan dapat diwujudkan.
“Kami harus fokus bagaimana para atlet bisa mempersiapkan diri dari jauh hari. Dengan persiapan yang matang, peluang meraih hasil terbaik tentu akan semakin besar,” ucapnya.
Melalui pemetaan kekuatan dan evaluasi menyeluruh terhadap seluruh cabang olahraga, KONI Lampung berharap dapat menyusun program pembinaan yang lebih efektif.
Langkah itu diharapkan menjadi fondasi bagi kontingen Lampung untuk tampil lebih kompetitif dan meningkatkan prestasi pada PON mendatang. (Hms).









