102 Masyarakat Pencari Kerja di Lampung Selatan Ikuti Pelatihan Berbasis Kompetensi
Serambi Lampung.Com - Sebanyak 102 masyarakat pencari kerja mengikuti pelatihan berbasis Kompetensi yang dilaksanakan Dinas Ketenagakerjaan dan Transmigrasi (Disnakertrans) Lampung Selatan.
Pelatihan Berbasis Kompetensi itu untuk lima bidang profesi antara lain, pelatihan komputer, pelatihan service motor, pelatihan tata boga, pelatihan barista dan pelatihan waiter.
Kepala Disnakertrans Kabupaten Lampung Selatan Badruzzaman, mengatakan total jumlah peserta pelatihan ini sebanyak 102 orang. Dengan rincian, 16 orang untuk pelatihan komputer dan 16 orang service motor, 20 orang tataboga, 30 barista dan 20 untuk pelatihan waiter.
Dia menambahkan, untuk lama masa pelatihan tersebut disesuaikan. Untuk pelatihan motor dan komputer selama 30 hari, tataboga 10 hari, barista dan waiter masing-masing 5 hari.
"Untuk peserta, unsur yang terlibat adalah remaja, masyarakat umum serta kaum difabilitas," katanya, dalam sambutan pada acara pelatihan di Aula Rajabasa, Rabu, 30 Oktober 2024.
Sementara itu, Sekretaris Kabupaten (Sekkab) Lampung Selatan Thamrin, menyampaikan sambutan Plt Bupati Lamsel Pandu Kesuma Dewangsa menyambut baik kegiatan pelatihan tersebut. Sebab, berdasarkan data Lamsel dalam angka (LSDA) yang diterbitkan oleh Badan Pusat Statistik (BPS) Kabupaten Lampung Selatan Tahun 2024, Tingkat Pengangguran Terbuka di kabupaten ini pada Tahun 2023 mencapai 26.926 orang, atau sekitar 4,95% dari total angkatan kerja sebanyak 543.691 orang.
Angka tersebut kata dia,v menunjukkan masih adanya kebutuhan serius dalam meningkatkan kompetensi dan kesiapan angkatan kerja kita untuk bersaing di dunia kerja, yang semakin kompleks dan penuh tantangan.
"Kegiatan pelatihan ini merupakan inisiatif kedua yang dilaksanakan di Tahun 2024, setelah pelaksanaan pertama pada Juli 2024 lalu," katanya.
Dia menambahkan, maksud dan tujuan dari pelatihan tersebut adalah untuk memberikan bekal keterampilan praktis kepada masyarakat Lampung Selatan. sehingga mereka dapat berdaya secara ekonomi dan memiliki kesempatan yang lebih luas dalam memperoleh pekerjaan atau memulai usaha mandiri.
"Dengan memberikan pelatihan keterampilan di bidang-bidang yang relevan dengan kebutuhan pasar, kita berharap tingkat pengangguran di daerah kita akan menurun dan kesejahteraan masyarakat dapat meningkat,"katanya. (MAN)