KALIANDA – Pelayanan PDAM Tirtajasa kembali menuai keluhan warga. Kali ini, warga di sekitar kawasan Polsek Kalianda mengaku air bersih tidak mengalir hampir sepekan terakhir, meski tagihan terus berjalan setiap bulan.
Keluhan itu disampaikan Jum, salah seorang warga setempat. Ia mengaku kecewa karena sejak memasang sambungan PDAM dengan biaya jutaan rupiah, pelayanan yang diterima jauh dari harapan.
“Kita bayar lebih dari Rp3 juta untuk pasang meteran, tapi air jarang mengalir,” keluhnya, Sabtu (23/5/2026).
Menurutnya, pelanggan tetap diwajibkan membayar tagihan hingga sekitar Rp300 ribu per bulan. Namun ironisnya, distribusi air justru sering mati tanpa kejelasan.
“Katanya air mengalir dua hari sekali, tapi kenyataannya sekarang hampir satu pekan tidak jalan sama sekali,” ujarnya.
Warga juga menyoroti buruknya respons pelayanan dari pihak PDAM. Berulang kali dihubungi, namun keluhan pelanggan disebut hanya dijawab dengan janji tanpa solusi nyata.
“Cape kami, Pak. Menghubungi pihak PDAM tidak pernah ada respons. Mereka hanya banyak janji saja,” tegasnya.
Kondisi ini membuat warga kesulitan memenuhi kebutuhan sehari-hari, mulai dari mandi, mencuci hingga kebutuhan air bersih rumah tangga. Sejumlah warga bahkan terpaksa membeli air tambahan di tengah ekonomi yang semakin berat.
Masyarakat berharap manajemen PDAM Tirtajasa segera turun tangan memperbaiki distribusi air dan tidak menutup mata terhadap penderitaan pelanggan yang selama ini tetap rutin membayar tagihan. (LM).









