Serambi Lampung.com – Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) Provinsi Lampung meminta Pengurus Provinsi Federasi Olahraga Petanque Indonesia (FOPI) Lampung segera melakukan konsolidasi internal guna memperkuat organisasi hingga tingkat kabupaten/kota.
Langkah tersebut dinilai penting untuk memperluas pembinaan atlet dan mempersiapkan target prestasi menuju 2028.
Ketua Umum KONI Lampung, Taufik Hidayat, mengatakan potensi cabang olahraga petanque di Lampung sebenarnya sudah mulai terlihat melalui sejumlah capaian di tingkat nasional, termasuk pada ajang Pekan Olahraga Mahasiswa Nasional (Pomnas).
Namun demikian, KONI menilai masih minimnya kompetisi berjenjang dan belum meratanya kepengurusan daerah menjadi kendala utama perkembangan olahraga tersebut.
“Kami mengimbau untuk segera aktif membangun prestasi atlet-atletnya. Kita harapkan olahraga petanque ini disosialisasikan dan diaktifkan di tingkat kabupaten. Dengan begitu, atlet yang ada bisa kita inventarisir untuk melengkapi kekuatan kita ke depan,” ujar Taufik, Selasa (19/5/2026).
Taufik menjelaskan, sesuai regulasi yang berlaku, sebuah cabang olahraga harus memiliki kepengurusan sah dan terverifikasi minimal di delapan kabupaten/kota agar bisa dipertandingkan dalam Pekan Olahraga Provinsi (Porprov).
Saat ini, berdasarkan hasil verifikasi KONI, kepengurusan resmi Federasi Olahraga Petanque Indonesia Lampung baru terbentuk di Kota Bandar Lampung dan Lampung Selatan.
“Hasil verifikasi kemarin, FOPI baru resmi ada di Kota Bandar Lampung dan Lampung Selatan. Di kabupaten lain belum terverifikasi dan datanya belum masuk ke KONI setempat. Ini mungkin karena masalah organisasi. Kami minta Pengprov FOPI segera konsolidasi internal untuk mengaktifkan kepengurusan daerah,” tegasnya.
Ia menambahkan, peluang petanque tampil sebagai cabang ekshibisi di Porprov tetap terbuka apabila proses konsolidasi organisasi segera dilakukan.
Menanggapi arahan tersebut, Kepala Bidang Organisasi FOPI Lampung, Rizky Yuliandra, menyatakan kesiapan pihaknya untuk segera berkoordinasi dengan pengurus daerah.
Menurut Rizky, pembinaan atlet petanque di Lampung sejauh ini tetap berjalan aktif, terutama di lingkungan perguruan tinggi. Bahkan, Lampung berhasil meraih medali perunggu nomor double mix pada ajang kompetisi nasional mahasiswa.
“Pengembangan terus berjalan. Pelatih-pelatih berlisensi juga sudah kami tempatkan di masing-masing kampus,” katanya.
Saat ini FOPI Lampung memiliki tiga wasit tingkat nasional dan lima wasit tingkat provinsi. Selain itu, terdapat 132 atlet putra dan putri yang tersebar di empat kampus besar, yakni Universitas Lampung, Institut Teknologi Sumatera, Universitas Teknokrat Indonesia, dan Universitas Aisyah Pringsewu.
Rizky menyebut, FOPI Lampung membidik target realistis tiga medali pada 2028, dengan mengandalkan nomor triple dan double mix.
“Agenda terdekat kami adalah fokus berkoordinasi dan konsolidasi ke daerah-daerah agar petanque bisa ikut ambil bagian, minimal di nomor ekshibisi pada Porprov mendatang,” pungkasnya. (Rls).









